Bantuan Untuk Pencegahan Penularan Virus Corona

SMKN 1 Purwokerto turut berperan aktif dalam pencegahan penularan virus corona. Sebagai langkah awal, pihak sekolah sudah melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan sekolah. Memasang hand Sanitizer di beberapa ruangan strategis. Serta menyediakan sabun untuk mencuci tangan.

Drs. Dani Priya Widada (Kepala SMKN 1 Purwokerto), hari ini juga menyerahkan bantuan dari sekolah untuk warga sekitar berupa masker dan Hand Sanitizer. Secara simbolis bantuan tersebut diberikan kepada Ketua RT, dan untuk dibagikan ke warganya. “ini sebagai upaya sekolah untuk ikut serta melakukan Tindakan pencegahan penularan virus corona atau covid-19. Bantuan ini kita prioritaskan untuk warga masyarakat di lingkungan SMKN 1 Purwokerto”. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa, untuk guru dan karyawan yang bertugas juga diperhatikan kesehatannya. Selain pengecekan suhu tubuh, pemberian masker, juga diberikan vitamin.

Apa yang dilakukan pihak sekolah sejalan dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan, yang telah ditujukan pada semua pihak yang menaungi bidang Pendidikan.

  1. Sekolah wajib mengoptimalkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) atau unit layanan kesehatan di perguruan tinggi dengan cara berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat untuk pencegahan penyebaran Covid-19.
  2. Berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan/atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi setempat untuk mengetahui apakah Dinas Kesehatan telah memiliki semacam rencana atau persiapan dalam menghadapi Covid-19.
  3. Sekolah wajib menyediakan sarana untuk mencuci tangan dengan sabun dan tisu di berbagai lokasi strategis di lingkungan sekolah.
  4. Membiasakan siswa, guru, staf sekolah, dan orang-orang yang berada di lingkungan sekolah membiasakan mencuci tangan pakai sabun minimal 20 detik dan berperilaku hidup bersih dan sehat.
  5. Pihak sekolah wajib membersihkan ruangan dan lingkungan sekolah secara rutin, terutama fasilitas umum yang sering disentuh tangan, seperti handle pintu, saklar lampu, komputer, keyboard komputer, dan lain sebagainya. Jangan lupa pastikan kondisi petugas dan sarana kebersihan telah memadai.
  6. Pihak sekolah harus memperhatikan ketidakhadiran siswa, guru, dan staf sekolah.
  7. Permudah izin tidak hadir bagi siswa, guru, dan staf sekolah yang sakit.
  8. Tidak memberlakukan sanksi bagi yang tidak masuk karena sakit, serta tidak memberlakukan kebijakan insentif berbasis kehadiran.
  9. Berkonsultasi kepada Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi jika terdapat ketidakhadiran dalam jumlah besar karena sakit yang berkaitan dengan pernapasan.
  10. Koordinasikan pembagian tugas yang ditinggalkan tugas pendidik dan tenaga kependidikan yang absen kepada pendidikan yang mampu/sehat.
  11. Berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi jika level ketidakhadiran dianggap sangat mengganggu proses belajar mengajar untuk mendapatkan pertimbangan apakah kegiatan belajar-mengajar perlu diliburkan sementara.
  12. Sekolah atau satuan pendidikan tidak harus mampu mengidentifikasi Covid-19. Namun laporkan dugaan Covid-19 kepada Kementerian Kesehatan setempat untuk dilakukan pengujian, karena mayoritas penyakit pernapasan bukan merupakan Covid-19.
  13. Pastikan bahwa makanan yang disediakan satuan pendidikan atau sekolah telah dimasak dengan matang.
  14. Hindari berbagi makanan, minuman, dan penggunaan bersamaan alat musik tiup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *