BI Corner merupakan salah satu media Bank Indonesia berkomunikasi dengan masyarakat. BI Corner diterapkan sebagai salah satu bentuk perhatian Bank Indonesia terhadap peningkatan kualitas pengetahuan generasi muda melalui perpustakaan sebagai media menggali pengetahuan dan informasi. BI Corner bekerjasama dengan SMKN 1 Purwokerto umyuk mengembangkan programnya untuk berkomunikasi  dengan masyarakat dengan media perpustakaan untuk menggli pengetahuan dan informasi bagi siswa-siswi SMKN 1 Purwokerto. Pada pagi hari ini, Senin 29 Juli 2019 Bank Indonesia telah meresmikan BI Corner SMKN 1 Purwokerto. Peresmian tersebut, dihadiri oleh Kepala Sekolah dan  guru serta staf karyawan TU SMKN 1 Purwokerto, Kepada BI Corner cabang Purwokerto, Kepala Cabang Dinas wilayah 10 serta pengisi materi sosialisasi dari petugas Bank Indonesia. Pada saat sambutannya Kepala BI Corner cabang Purwokerto, Bapak Lukman Hakim menyampaikan bahwa “Saya merasa bangga berdiri di hadapan Arjuna dan Srikandi SMKN 1 Purwokerto” tuturnya. Ia pun menyampaikan harapan dengan diresmikan BI Corner di SMKN 1 Purwokerto yaitu agar dapat melengkapi fasilitas literasi siswa.

Setelah penyampaian sambutan yang disaksikan oleh seluruh warga SMKN 1 Purwokerto, acara berlanjut dengan pengguntingan pita sebagai tanda peresmian telah diresmikannya BI Corner di SMKN 1 Purwokerto yang bertempat di Perpustakaan SMKN 1 Purwokerto. Pada saat peresmian,siswa-siswi  di SMKN 1 Purwokerto mendapat materi sosialisasi tentang ciri keaslian uang rupiah yang disampaikan oleh Bapak Yanuar Aji dan Bapak Gama Dwi Syafrizal. Materi tersebut berisi tentang tanda-tanda tertentu yang bertujuan mengamankan uang rupiah dari upaya pemalsuan. Ciri keaslian uang rupiah dikenali dari unsur pengaman yang bertanam pada bahan uang dan teknik cetak yang digunakan:

  1. Tanda air (watermark) dan Electrotype yaitu berupa gambar terlihat apabila diterawangkan kearah cahaya
  2. Benang pengaman (security thread)
  3. Cetak Intaslio adalah cetakan terasa kasar apabila diraba
  4. Gambar saling isi (rectoverso)
  5. Optical variable ink
  6. Micro text
  7. Invisible
  8. Latent Image

Selain itu, mereka juga menyampaikan cara mengenali uang palsu dengan cepat yaitu dengan cara 3D, dilihat, diraba, diterawang yang dapat dibedakan dari segi tampilan, tekstur kertas serta gambar dan tulisan. Akhir dari penyampaian materi oleh Bapak Yanuar Aji dan Bapak Gama Dwi Syafrizal yaitu mereka berpesan  “Selalu ingat 3D dan waspadalah terhadap uang palsu serta jangan merusak uang dengan cara jangan distreples, jangan dibasahi, jangan dilipat, jangan dirobek serta jangan diremas”.

 

Demikian artikel ini dibuat, semoga dapat bermanfaat dan menginspirasi.

Salam Literasi.