Seni instalasi (installation = pemasangan) adalah seni yang memasang, menyatukan, dan mengkontruksi sejumlah benda yang dianggap bisa merujuk pada suatu konteks kesadaran makna tertentu. Biasanya makna dalam persoalan-persoalan sosial-politik dan hal lain yang bersifat kontemporer diangkat dalam konsep seni instalasi ini. Seni instalasi dalam konteks visual merupakan perupaan yang menyajikan visual tiga dimensional yang memperhitungkan elemen-elemen ruang, waktu, suara, dan atau melibatkan indra lainnya sebagai sensasi.

Dalam event Smecone Art Festival 3.0 seni instalasi tersebut dipamerkan dengan sangat menarik. Bimbingan dari guru seni budaya Bapak Bogi Pranata Wiji, S.Pd.,menyatakan bahwa pada kesempatan kali ini peserta pameran dari siswa – siswi Teknologi Informasi (TI) di antaranya kelas dua belas Multimedia 1 dan 2 beserta jurusan Teknik Komputer Jaringan 1 bersama – sama membuat karya seni instalasi dengan konsep yang menarik dengan merespon barang – barang bekas yang dapat didaur ulang. Teknik yang digunakan sangat bervariatif karena melihat skala karya yang cukup besar dalam prosesnya mereka membentuk kelompok supaya dapat bekerjasama membuat suatu karya yang menarik. Pada pameran kali ini karya disajikan secara panel secara berurutan dengan maksud apresiator lebih mudah menikmati karya. Harapannya anak-anak bisa terus mengembangkan karya dengan media yang sangat berfariatif dan semakin keren dalam berkarya.

Faozi Dwiki Ramadani kelas XI Multimedia 1 yang merupakan anggota dari ekstrakurikuler Seni Kriya Smecone mengatakan, “Kami dari seni kriya berusaha memanfaatkan barang bekas agar memiliki nilai di mata orang lain. Manfaat membuat seni dari barang bekas adalah untuk mengurangi pembuangan barang-barang bekas yang dilakukan dengan percuma”. Ia mengatakan hanya membutuhkan waktu kurang dari satu minggu untuk mengerjakannya. Model foto booth yang dibuatnya berasal dari kardus bekas yang dikumpulkan dari siswa-siswi SMK N 1 Purwokerto.

Dari tim Seni Kriya Smecone atau dikenal dengan SKS merencanakan untuk memamerkan kurang lebih satu bulan sekali. Namun terkadang mengalami kendala dalam menentukan tema dan gambar yang akan digunakan, serta harus menggabungkan beberapa ide menjadi satu. Tentunya hasil karya tersebut sangat diapresiasi oleh pihak sekolah salah satunya oleh kepala sekolah Bapak H. Asep Saeful Anwar, S.P., M.M., dan guru-guru yang turut mengacungi jempol terhadap karya apik tersebut. Semoga adanya karya ini akan terus memotivasi siswa dalam menorehkan kreativitasnya.