Keamanan makanan merupakan kebutuhan masyarakat, karena makanan yang aman akan melindungi dan mencegah terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan lainnya. Keamanan makanan pada dasarnya adalah upaya hygiene sanitasi makanan, gizi dan safety.

Ukuran keamanan makanan akan berbeda satu orang dengan orang lain, sesuai dengan budaya dan kondisi masing-masing. Untuk itu perlu ada peraturan yang menetapkan norma dan standar yang harus dipatuhi bersama. Di Indonesia dikenal dengan standar dan persyaratan kesehatan untuk makanan. Standar dan persyaratan kesehatan ini didasarkan atas peraturan perundang-undangan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.

Oleh karena itu, pada tanggal 24 November 2017, Dinas kesehatan kab banyumas bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Purwokerto mengadakan Penyuluhan Higyene Sanitasi Bagi Penjamah Makanan Anak Sekolah di Lingkungan SMK Negeri 1 Purwokerto. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para penjamah makanan yang ada di kantin sekolah tentang peraturan dan perundang-undangan hygiene sanitasi makanan. Sehingga harapannya adalah para penjamah makanan kantin sekolah dapat mengolah makanan yang dijajakan dan dijual dengan sebaik-baiknya dan sehat serta dapat memberikan rasa aman kepada konsumen kantin sekolah dari kalangan guru dan siswa, ataupun masyarakat umum.

Kegiatan kali ini di ikuti oleh sekitar 50 orang penjamah makanan kantin sekolah di lingkungan SMK Negeri 1 Purwokerto. Ada juga penjamah makanan dari restoran, rumah makan, depot dan jasa boga.

Adapun materi yang dibahas antara lain :

1. Bahan pencemar terhadap makanan.

2. Penyakit bawaan makanan.

3. Prinsip hygiene sanitasi makanan (HSM).

4. Bahan Tambahan Makanan (TBM)

5. Personal hygiene.

6. Pemeliharaan kebersihan lingkungan.

7. Proses masak memasak, struktur dan tata letak dapur, pencucian peralatan pengolahan makanan.

8. Perundang-undangan pangan.