Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 1 Purwokerto baru saja usai. Sejumlah catatan mewarnai pelaksanaan UNBK, yang kelak dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi. Termasuk, tentang hilangnya soal atau tidak terbacanya soal UNBK di layar komputer siswa.

Di SMKN 1 Purwokerto ada dua program keahlian yang soal ujiannya tidak muncul. Yaitu untuk program keahlian RPL dan PBS. Mengacu pada kebijakan yang dikeluarkan oleh Puspendik di laman UNBK, maka siswa di kedua program keahlian tersebut akan mengikuti UNBK Susulan.

Sementara itu Kepala Pupendik Kemendikbud Profesor Nizam mengatakan, tim teknis saat ini masih mendalami masalah teknis terkait tidak terbacanya soal di mata pelajaran tertentu dalam UNBK tingkat SMK. Ditengarai, hal itu karena soal uji teori kejuruan memang agak beda dengan yang umum.

Bentuk soalnya lebih kompleks, menurut Profesor Nizam, karena memuat gambar, video, dan sebagainya. Sehingga, kata dia, mungkin saja tidak bisa jalan karena berbagai faktor hardware maupun software yang ada di masing-masing sekolah.

“Kalau yang tidak muncul lebih dari 10 soal diberi kesempatan untuk ikut UNBK susulan. Sementara, bagi siswa yang mengalami soal hilang di bawah 10, bukan berarti dianggap bonus dengan jawaban benar,” tuturnya.

Tidak terbacanya sejumlah soal untuk mata pelajaran tertentu dalam ujian tingkat sekolah kejuruan tersebut di hari terakhir pelaksanaan UNBK. Dituturkan Kepala SMKN 1 Purwokerto H. Asep Saeful Anwar, SP, MM, Kamis (6/4/2017), tidak terbacanya soal tersebut terjadi di jurusan RPL dan PBS. Untuk RPL, soal yang tidak muncul itu terdapat di Lab UNBK 3 dan Lab UNBK 4. Tetapi 8 siswa RPL yang ada di Lab UNBK 2, jumlah soalnya utuh meskipun ada beberapa nomor yang menurut mereka ada kesalahan soal.

“Untuk PBS, semua siswa di Lab UNBK 6 dan Lab UNBK 7, sebagian besar soal memang tidak muncul,” katanya. Lebih lanjut beliau mengatakan, bagi siswa yang soalnya tidak muncul di komputer dengan jumlah banyak akan diikutkan ujian susulan pada tanggal 18 dan 19 April 2017.