greenfoot

Belum lama ini, SMKN 1 Purwokerto mengirimkan dua orang guru RPL yaitu Ibu Eva Nurvaizah, S.Kom dan Bapak Hanif Saeful Amin, S.Kom untuk mengikuti “Pelatihan Cara Mudah dan Menyenangkan Belajar Pemrograman Dengan Greenfoot” (20 s.d 21 Nopember 2014) dan Pelatihan Cara Mudah Belajar Dasar-Dasar Pemrograman Java” (24 s.d 28 Nopember 2014). Pelatihan yang diselenggarakan oleh AISINDO ini bertempat di Institute Teknologi Surabaya (ITS).

AISINDO adalah chapter Indonesia dari AIS (Asosiasi untuk Sistem Informasi) yaitu Asosiasi profesional bagi individu dan organisasi untuk penelitian, pengajaran, praktik, dan studi sistem informasi di seluruh dunia. AIS memiliki anggota dari lebih dari 90 negara, dan terdiri dari tiga wilayah yang berbeda: Wilayah 1, Amerika; Wilayah 2, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika; dan Daerah 3, Asia dan Pasifik. Lebih lanjut tentang AIS di www.aisnet.org

Diharapkan dari pelatihan tersebut dapat ditularkan kepada siswa-siswi SMKN 1 Purwokerto di Paket Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak. Dengan greenfoot, pemrograman akan menjadi lebih menarik dan tentu saja lebih menyenangkan.


Sekilas Tentang Greenfoot

Greenfoot merupakan lingkungan pengembangan Java(Java development environtment) yang bersifat interaktif dan didesain untuk tujuan pendidikan pada level SMA dan S1. Dengan program ini, seseorang dapat mengembangkan aplikasi grafis dua dimensi, seperti simulasi dan game interaktif.

Greenfoot dikembangkan oleh University of Kent danLa Trobe University, dengan dukungan dari Oracle. Software ini gratis, dirilis di bawah lisensi GPL. Greenfoot tersedia pada banyak platform, seperti MS Windows, Mac OS X, Linux, Sun Solaris, dan beberapa JVM terbaru.

Dengan greenfoot, seorang siswa dapat belajar pemrograman berorientasi obyek menggunakan Java. Mereka dapat menciptakan ‘actor’ dalam suatu ‘world’ untuk membangun game, simulasi, dan program-program grafis lainnya.

Greenfoot bersifat visual dan interaktif. Perangkat visualisasi dan interaksi dibangun di  dalam environment tersebut.Actor diprogram menggunakan kode Java yang standar, sehingga memberikan pengalaman pemrograman berbasis teks yang bersifat tradisional dengan eksekusi visual.

Antarmuka yang digunakan sepenuhnya menggunakan konsep IDE, dimana didalamnya terdapat manajemen proyek,auto-completion, syntax highlighting, dan tool-tool lain yang biasanya terdapat pada kebanyakan IDE. Hal ini memungkinkan seorang pemrogram mempublikasikan pekerjaannya baik secara online maupun offline. Meskipun demikian, antarmukanya didesain untuk tetap sederhana dan mudah digunakan, sehingga cocok untuk para pemula.*)

 

*) dikutip dari berbagai sumber