Marhaban ya Ramadhan, engkau datang selain menawarkan ampunan, rahmat, pahala yang berlipat ganda, engkau juga datang seolah membawa pesan kepada lisan, “Wahai lisan, berhentilah menggunjing, berkata kotor, berdusta dan mengadu domba. Puasalah dari segala perkataan yang sia-sia.”

Marhaban ya Ramadhan, engkau datang membawa pesan kepada mata, “Wahai mata, berhentilah melihat hal-hal yang diharamkan sebelum engkau mendapatkan murka dari Zat yang menguasai seluruh alam. Wahai mata, berhentilah menonton yang haram karena mata adalah panah racun yang dilesatkan oleh setan. Wahai mata, berhentilah dari mengamat-amati kesalahan orang lain, sebab orang lain itu pun lebih tajam penglihatannya. wahai mata, menangislah di kegelapan malam, saat tahajjud menghadap Tuhan.”

Selamat datang Ramadhan, engkau datang membawa pesan kepada tangan, “Wahai tangan, berhentilah menumpahkan darah dan membunuh orang yang tak bersalah. Wahai tangan, puasalah dari memukul dan menyakiti orang. Stop mencuri, mengambil hak orang lain, suap menyuap dan korupsi. Hentikan sekarang juga semua praktik jahat dan kotor itu.”

Selamat datang Ramadhan, engkau membawa pesan kepada kaki,”Wahai kaki, berhentilah melangkah menuju kesesatan. Jangan mondar-mandir di tempat maksiat dan tempat yang dimurkai Allah. Lepaskan alas kakimu, basuhlah dengan air wudhu, hadapkan dirimu kepada pemilik dan penguasa langit dan bumi.”

Selamat datang Ramadhan, engkau membawa pesan kepada perut, “Wahai perut, berhentilah memakan makanan yang haram, harta riba, dan harta yang diperoleh dengan cara-cara yang tidak halal. Berhentilah sekarang juga, karena darah dan daging yang bersumber dari makanan haram tak akan bisa lepas dari jilatan api neraka.”

Selamat datang Ramadhan, engkau membawa pesan khusus kepada hati, “Wahai hati, engkaulah yang seharusnya memimpin sekaligus menjadi komandan atas diri manusia, mengapa engkau terkalahkan oleh hawa nafsu ? Jika hatimu sedang sakit, Ramadhan kali ini datang untuk menyembuhkanmu. Jika hatimu lemah, kali ini Ramadhan akan mengokohkanmu. Jika hatimu mati, Ramadhan akan menghidupkanmu.” ( Al Qalam)

Marhaban ya ramadhan …… saatnya membersihkan jiwa yang berjelaga serta mensyukuri indahnya kemurahanNya. Saatnya memahami makna pensucian diri dan bersama-sama mari kita leburkan kekhilafan, dengan shaum mempertemukan kita dengan keagungan Lailatul Qadar dan kita semua menjadi pilhanNya untuk dikabulkan do’a -do’a dan dapat kembali fitrah. Amiin.

 Keluarga besar SMKN 1 Purwokerto mengucapkan

Selamat Menunaikan ibadah Puasa di Bulan Ramadhan.